LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. LANDASAN FILOSOFIS
kata filsafat berasl dari bahasa yunani kuno, yaitu philosophia (philore = cinta, senang, suka dan sophia = kebaikan atau kebenaran). menurut asal katanya, filsafat berarti cinta akan kebenaran. orang yang berfilsafat adalah orang yang senang dengan kebenaran. orang yg ahli berfilsafat disebut philosopher (inggris), failasuf (arab), dan filsuf (indonesia). dengan demikian, filsuf adalah orang yang cinta akan kebenaran, berusaha untuk mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya, dan menciptakan sikap positif padanya. filsuf juga mencari hakikat sesuatu, berusaha menghubungkan antara sebab dan akibat serta melakukan penafsiran atas pengalamapengalaman manusia. berpikir filsafat berarti berpikir secara menyeluruh, sistematis, logis dan radikal.
B. LANDASAN PSIKOLOGIS
pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh kondisi individu yang terlibat di dalamnya, karena apa yang di inginkan disampaikan menuntut peserta didik untuk melakukan perbuatan belajar atau sering disebut proses belajar. dalam proses pembelajaran juga terjadi interaksi yang bersifat multiarah antara peserta didik dengan pendidik (guru). untuk itu, paling tidak dalam pengembangan kurikulum diperlukan dua landasan psikologis yaitu psikologis belajar dan psikologi perkembangan. kedua landasan ini di anggap penting terutama dalam memilih dan menyusun isi kurikulum, proses pembelajaran dan hasil belajar yang di inginkan.
C. LANDASAN SOSIOLOGIS
dalam perspektif sosiologi, banyak ditemui pengertian pendidikan. durkheim , misalnya mengemukakan pendidikan adalah proses memengaruhi yang dilakukan oleh generasi orang dewasa kepada mereka yang belum siap untuk melakukan fungsi-fungsi sosial. sasarannya adalah melahirkan dan mengembangkan sejumlah kondisi fisik, intelek, dan watak sesuai dengan tuntutan masyrakat (Ballantine, 1985). selanjutnya, Talcott Parsons menjelaskan pendidikan adalah proses sosialisasi yang dalam diri individu-individu memungkinkan berkembangnya rasa tanggung jawab dan kecakapan-kecakapan (commitment and capacities) yang diperlukan dalam melaksanakan peran-peran sosial (Johnson, 1981). kedua pengertian ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek pengetahuan saja, tetapi juga kecakapan atau keterampilan, sikap dan nilai-nilai serta tanggung jawab agar peserta didik dalam menjalankan fungsi dan peran sosialnya. berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam kurikulum 1984 dan kurikulum 1994, dikembangkan sebuah konsep yang disebut dengan muatan local (local content) kemudian disempurnakan lagi dalam kurikulum 2004 yang disebut dengan kecakapan hidup (life skills). hal ini menunjukkan bahwa kurikulum di indonesia berorientasi pada pola kehidupan masyarakat.
D. LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
beberapa istilah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu teori, ilmu, pengetahuan dan teknologi. teori yaitu seperangkat konstruk atau konsep , definisi atau preposisi yang saling berhubungan. fungsi teori adalah mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi, dan memadukan. suatu teori terdiri atas 2 jenis yaitu, teori deskriptif dan teori prespektif.
kata "ilmu" berasal dari bahasa arab ('alama) yang berarti pengetahuan. dalam bahasa indonesia, kata "ilmu" sering di identikkan dengan sains (science) yang berarti ilmu, bahkan sering disatukan dengan kata "pengetahuan" menjadi ilmu pengetahuan.
teknologi pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan (technology is application of science). teknologin memegang peranan penting dalam kehidupan budaya manusia. salah satu indikator kemajuan peradaban manusia dapat diukur dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. tujuannya adalah untuk mencipatakan suatu kondisi yang efektif, efisien, dan sinergis terhadap pola prilaku manusia. produk teknologi tidak selalu berbentuk fisik, seperti komputer, televisi, radio, tape recorder, video, film dan sebagainya, tetapi ada juga non-fisik, seperti prosedur pembelajaran sistem evaluasi, teknik mengajar dan sebagainya. produk teknologi tersebut banyak digunakan dalam pendidikan sehingga memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap proses dan hasil pendidikan. ilmu pengetahun dan teknologi terbentuk karena adanya karya-karya pikir manusia.
Implikasinya adalah pengembangan kurikulum harus dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik untuk lebih banyak menghasilkan teknologi baru sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik masyarakat indonesia. pengembangan kurikulum hrus di fokuskan pada kemampuan peserta didik untuk mengenali dan merevitalisasi prodek teknologi yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
Sumber:
DR. ZAINAL ARIFIN, M.Pd (2011) Konsep dan Model Pengembangan Kurikulumm, Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
kata filsafat berasl dari bahasa yunani kuno, yaitu philosophia (philore = cinta, senang, suka dan sophia = kebaikan atau kebenaran). menurut asal katanya, filsafat berarti cinta akan kebenaran. orang yang berfilsafat adalah orang yang senang dengan kebenaran. orang yg ahli berfilsafat disebut philosopher (inggris), failasuf (arab), dan filsuf (indonesia). dengan demikian, filsuf adalah orang yang cinta akan kebenaran, berusaha untuk mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya, dan menciptakan sikap positif padanya. filsuf juga mencari hakikat sesuatu, berusaha menghubungkan antara sebab dan akibat serta melakukan penafsiran atas pengalamapengalaman manusia. berpikir filsafat berarti berpikir secara menyeluruh, sistematis, logis dan radikal.
B. LANDASAN PSIKOLOGIS
pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh kondisi individu yang terlibat di dalamnya, karena apa yang di inginkan disampaikan menuntut peserta didik untuk melakukan perbuatan belajar atau sering disebut proses belajar. dalam proses pembelajaran juga terjadi interaksi yang bersifat multiarah antara peserta didik dengan pendidik (guru). untuk itu, paling tidak dalam pengembangan kurikulum diperlukan dua landasan psikologis yaitu psikologis belajar dan psikologi perkembangan. kedua landasan ini di anggap penting terutama dalam memilih dan menyusun isi kurikulum, proses pembelajaran dan hasil belajar yang di inginkan.
C. LANDASAN SOSIOLOGIS
dalam perspektif sosiologi, banyak ditemui pengertian pendidikan. durkheim , misalnya mengemukakan pendidikan adalah proses memengaruhi yang dilakukan oleh generasi orang dewasa kepada mereka yang belum siap untuk melakukan fungsi-fungsi sosial. sasarannya adalah melahirkan dan mengembangkan sejumlah kondisi fisik, intelek, dan watak sesuai dengan tuntutan masyrakat (Ballantine, 1985). selanjutnya, Talcott Parsons menjelaskan pendidikan adalah proses sosialisasi yang dalam diri individu-individu memungkinkan berkembangnya rasa tanggung jawab dan kecakapan-kecakapan (commitment and capacities) yang diperlukan dalam melaksanakan peran-peran sosial (Johnson, 1981). kedua pengertian ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya mengembangkan aspek pengetahuan saja, tetapi juga kecakapan atau keterampilan, sikap dan nilai-nilai serta tanggung jawab agar peserta didik dalam menjalankan fungsi dan peran sosialnya. berkaitan dengan hal tersebut, maka dalam kurikulum 1984 dan kurikulum 1994, dikembangkan sebuah konsep yang disebut dengan muatan local (local content) kemudian disempurnakan lagi dalam kurikulum 2004 yang disebut dengan kecakapan hidup (life skills). hal ini menunjukkan bahwa kurikulum di indonesia berorientasi pada pola kehidupan masyarakat.
D. LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
beberapa istilah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu teori, ilmu, pengetahuan dan teknologi. teori yaitu seperangkat konstruk atau konsep , definisi atau preposisi yang saling berhubungan. fungsi teori adalah mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi, dan memadukan. suatu teori terdiri atas 2 jenis yaitu, teori deskriptif dan teori prespektif.
kata "ilmu" berasal dari bahasa arab ('alama) yang berarti pengetahuan. dalam bahasa indonesia, kata "ilmu" sering di identikkan dengan sains (science) yang berarti ilmu, bahkan sering disatukan dengan kata "pengetahuan" menjadi ilmu pengetahuan.
teknologi pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan (technology is application of science). teknologin memegang peranan penting dalam kehidupan budaya manusia. salah satu indikator kemajuan peradaban manusia dapat diukur dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang kehidupan. tujuannya adalah untuk mencipatakan suatu kondisi yang efektif, efisien, dan sinergis terhadap pola prilaku manusia. produk teknologi tidak selalu berbentuk fisik, seperti komputer, televisi, radio, tape recorder, video, film dan sebagainya, tetapi ada juga non-fisik, seperti prosedur pembelajaran sistem evaluasi, teknik mengajar dan sebagainya. produk teknologi tersebut banyak digunakan dalam pendidikan sehingga memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap proses dan hasil pendidikan. ilmu pengetahun dan teknologi terbentuk karena adanya karya-karya pikir manusia.
Implikasinya adalah pengembangan kurikulum harus dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik untuk lebih banyak menghasilkan teknologi baru sesuai dengan perkembangan zaman dan karakteristik masyarakat indonesia. pengembangan kurikulum hrus di fokuskan pada kemampuan peserta didik untuk mengenali dan merevitalisasi prodek teknologi yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri.
Sumber:
DR. ZAINAL ARIFIN, M.Pd (2011) Konsep dan Model Pengembangan Kurikulumm, Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Coba berikan contoh dari landasan teknoligis?? Dan jelaskan
BalasHapusPada proses pembljran ank didik dpat mnggunkan alt tknologi sebgai media srperti infocus komputer
BalasHapus