KOMPONEN KURIKULUM DAN PENGEMBANGANNYA

1. TUJUAN
Dalam rangka dasar kurikulum, tujuan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, karena akan mengarahkan dan memengaruhi komponen-komponen kurikulum lainnya. untuk memahami tujuan ini secara komprehensif, perlu diketahui terlebih dahulu hierarki tujuan pendidikan itu. berdasarkan hierarki tujuan pendidikan  tersebut, berarti tujuan pendidikan nasional merupakan yang menduduki posisi paling tinggi, sehingga menjadi "payung" bagi tujuan-tujuan dibawahnya. dalam penyusunan suatu kurikulum, perumusan tujuan ditetapkan terlebih dahulu sebelum menetapkan komponen yang lainnya. tujuan pendidikan suatu negara tidak bisa dipisahkan dan merupakan penjabaran dari tujuan negara atau falsafah negara, karena pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan negara.
Tujuan pendidikan itu pada akhirnya harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri atau sifat-sifat sebagai wujud perilaku dan pribadi manusia yang dicita-citakan. pada tingkat tujuan dan sasaran akhir universal, kita dapat membayangkan bagaimana pribadi idola peserta didik sebagai warga dunia yang harus memiliki kemampuan dan kecakapan dasar, yaitu membaca, menulis, dan berhitung sehingga mampu berkomunikasi satu sama lain. 
Jadi, menurut saya tujuan disini adalah tujuan itu mempunyai peranan yang sangat penting untuk mengarahkan dan mempengaruhi komponen kurikulum yg lain untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tersebut.
2. ISI/BAHAN
Isi/bahan kurikulum pada hakikatnya adalah semua kegiatan dan pengalaman yang dikembangkan dan di susun dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. secara umum, isi kurikulum itu dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu :
a) logika, yaitu pengetahuan tentang benar salah, berdasrkan prosedur keilmuan
b) etika, yaitu pengetahuan tentang baik-buruk, nilai, dan moral,
c) estetika, yaitu pengetahuan tentang indah-jelek, yang ada nilai seni.
Berdasarkan pengelompokkan isi kurikulum tersebut, maka pengembangan isi kurikulum harus di susun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. mengandung bahan kajian atau topik-topik yang dapat dipelajari peserta didik dalam proses pembelajaran,
2. berorientasi pada standar kompetensi lulusan, standar kompetensi mata pelajaran dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
Menurut Hilda Taba memberikan kriteria untuk memilih isi/bahan kurikulum sebagai berikut:
a. materi harus sahih dan signifikan, artinya harus menggambarkan pengetahuan mutakhir
b. materi itu harus relevan dengan kenyataan sosial dan kultural agar peserta didik lebih mampu memhami fenomena dunia, termasuk perubahan-perubahan yang terjadi
c. materi itu harus mengandung keseimbangan antara keluasan dan kedalaman
d. materi harus mencakup berbagai ragam tujuan
e. materi harus sesuai dengan kemampuan dan pengalaman peserta didik
f. materi harus sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik.
Jadi, isi dari pengembangan kurikulum ini materinya harus sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik, keluasan dan kedalaman materi tersebut, yang harus nyata dengan kenyataan sosial dan kultural agar peserta lebih memahami apa saja perubahan-perubahan yang terjadi. pemilihan untuk isi/bahan kurikulum ini juga harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, sesuai dengan perkembangan peserta didik bermanfaat bagi tidak hanya untuk peserta didik saja tetapi juga untuk masyarakat, dunia kerja, bangsa dan negara.
3. STRATEGI/PENDEKATAN
Proses pelaksanaan kurikulum harus menunjukkan adanya kegiatan pembelajaran, yaitu upaya guru untuk membelajarkan peserta didik, baik disekolah melalui kegiatan tatap muka, maupun diluar sekolah melalui kegiatan terstruktur dan mandiri. dalam konteks inilah, guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran, metode mengajar, media pembelajaran, dan sumber-sumber. pemilihan startegi pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum (SK/KD), karakteristik materi pelajaran, dan tingkat perkembangan peserta didik. 
Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan isi kurikulum, anatara lain:
a) strategi ekspositori klasikal, yaitu guru lebih banyak menjelaskan materi yang sebelumnya telah diolah sendiri, sementara siswa lebih banyak menerima materi yang sudah jadi
b) strategi pembelajaran heuristik (discovery dan inquiry)
c) strategi pembelajaran kelompok kecil: kerja kelompok dan diskusi kelompok
d) strategi pembelajaran individual
Di samping strategi, ada juga metode mengajar. metode adalah cara yang digunakan guru untuk menyampaikan isi kurikulum atau materi pelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum. sekalipun menggunakan metode mengajar itu adalah guru, tetapi tetap harus berorientasi dan menekankan pada aktivitas belajar peserta didik secara optimal. untuk memilih metode mana yang digunakan, guru dapat melihat dari beberapa pendekatan, yaitu pendekatan yang berpusat pada matapelajaran, pendekatan yang berpusat pada peserta didik, dan pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakt. meskipun demikian, tidak ada satu metode pun yang dianggap paling ampuh. oleh sebab itu, guru harus dapat menggunakan multimetode secara bervariasi.
Jadi, strategi yang digunakan akhirnya untuk mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai suatu tujuan yang sudah ditentukan.
4. EVALUASI
Untuk mengetahui efektivitas kurikulum dan dalam bahan upaya memperbaiki serta menyempurnakan kurikulum, maka diperlukan evaluasi kurikulum. evaluasi kurikulum merupakan usaha yang sulit dan kompleks, karena banyak aspek yang harus dievaluasi, banyak orang yang terlibat, dan luasnya kurikulum harus diperhatikan. evaluasi kurikulum memerlukan ahli-ahli yang mengembangkannya menjadi suatu disiplin ilmu. evaluasi itu sendiri erat hubungannya dengan definsi kurikulum itu sendiri, apakah sebagai kumpulan matapelajaran atau meliputi semua kegiatan dan pengalaman anak di dalam maupun diluar sekolah. berdasarkan definisi kurikulum yang digunakan dapat diketahui aspek-aspek apa yang akan di evaluasi kurikulum, dapat dilihat perspektif model evaluasi kurikulum. Evaluasi kurikulum memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun untuk pengambilan keputusan dalam kurikulum itu sendiri. Nah, hasil dari evaluasi kurikulum ini dapat digunakan oleh guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan untuk memahami dan membantu perkembangan peserta didik.

Sumber:
Zainal Arifin (2017). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Komentar

  1. Seperti apa pengaruh tujuan terhadap komponen komponen kurikulum lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengaruhnya untuk mencapai suatu tujuan pendidikan secara keseluruhan.

      Hapus
  2. Evaluasi kurikulum memegang peranan penting, baik untuk penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya ..
    Dari penjelasan diatas kenapa evaluasi kurikulum itu penting dalam menetukan kebijakan pendidikan pada umumnya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena evaluasi kurikulum itu untuk pengambilan keputusam dalam kurikulum dan untuk memahami dan membantu perkembangan peserta didik

      Hapus

Posting Komentar